LAPORAN PRAKERIN TEKNIK MEMBUBUT AS TEMPAT BALING" KAPAL
LAPORAN
PRAKTIK
KERJA INDUSTRI
TEKNIK MEMBUBUT BESI AS UNTUK
TEMPAT BALING-BALING KAPAL DI
BENGKEL SRI JAYA 2
Diajukan untuk memenuhi
syarat mengikuti Ujian Akhir
Pada SMK Negeri 1 Rembang
Tahun ajaran 2014/2015
oleh:
Nama :..................
Kelas/Nis :..................
Jurusan :...................
SMK NEGERI 1 REMBANG
2015
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktik Kerja
Industri dengan judul “Teknik Membubut Besi As Untuk Tempat
Baling-Baling Kapal” telah disetujui dan disahkan pada :
hari : …………………………….
tanggal : …………………………….
Rembang,
22 Agustus 2015

DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikumWr. Wb.
Alhamdulillahirabbil’alamiin,
segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat atas
segala limpahan karunia ruang dan waktu sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Industri denga baik di Bengkel Maju
Jaya
Lapaoran ini ditulis sesuai dengan hasil kegiatan
yang selama ini saya laksanakan dalam masa kegiatan Praktek Kerja Industri SMK
N 1 REMBANG yang bertempat di Bengkel Maju Jaya. Proses praktik itu sendiri
laksanakan pada tanggal 4 Mei 2015 sampai dengan tanggal 22 Agustus 2015.
Adapun penulisan laporan Praktik Kerja Industri ini bertujuan untuk diajukan
sebagai salah satu syarat menempuh Ujian Akhir di sekolah menengah kejuruan SMK
N 1 REMBANG
Ucapan terima kasih sebesar-besarnya penulis
tujukan bagi semua pihak yang telah membantu saya dalam penyusunan laporan ini.
Karena jika tanpa ada bantuannya mungkin saya tidak mampu menyelesaikan laporan
praktik kerja indusri ini. Ucapan terimakasih saya tujukan kepada :
1)
Bengkel maju jaya, yang telah memberi izin
dan kesempatan kepada saya untuk melaksanakan kegiatan praktik kerja industri
2)
Bpk. Drs. Singgih darjanto selaku Kepala
Sekolah SMK N 1 REMBANG.
3)
Bpk. .............. Bpk. Mintardi ST. Selaku
guru pembimbing di SMK N 1 REMBANG.
4)
Bpk. Kunawi selaku pemilik bengkel Maju Jaya
yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melaksanakan kegiatan
praktik kerja industri di bengkel Maju Jaya. Serta member saya banyak
pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat.
5)
Karyawan dan staf di bengkel maju jaya yang
bersedia membimbing dan mengajari saya dalam proses praktik ini.
6) Bapak dan
ibu guru yang sebelumnya telah memberi bekal kepada saya sebelum menjalani
praktik kerja industry.
7) Orang tua saya yang telah
memberikan dorongan,baik berupa dorongan moral maupun materil dan semua pihak
yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan seluruhnya.Semoga segala kebaikan
yang mereka lakukan menjadi amal baik dan mendapat ridho dari ALLAH SWT.Saya
sebagai penyusun menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna,maka
dengan kerendahan hati dan demi kesempurnaan laporan ini,mohon kritik dan saran
demi kesempurnaan yang diharapkan.Akhir kata semoga laporan ini dapat
dipergunakan sebaik mungkin.
Saya berharap bahwa laporan ini berguna dan bermanfaat
bagi penulis dan para pembaca. Penulis sadar bahwa penulisan laporan ini masih
banyak ke kurangan karena keterbatasan kemampuan saya. Dan untuk itu, saya
meminta bantuan kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang
bersifat membangun , agar dapat menjadi pembelajaran untuk kedepannya.
DAFTAR ISI
Halaman
2.HALAMAN PENGESAHAN
3.KATA PENGANTAR
4 DAFTAR ISI
5.DAFTAR TABEL
6.DAFTAR GAMBAR
Gambar Mesin
bubut carrousel
Gambar Poros
lurus
Gambar Poros
tirus
Gambar Mesin
cnc
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Praktik Kerja
Industri
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Praktik Kerja Industri
1.4 Manfaat Praktik Kerja Industri
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Praktik Kerja Industri
1.4 Manfaat Praktik Kerja Industri
1.5 Waktu
dan Tempat
BAB II. Landasan Teori
2.1 Pengertian Mesin Bubut
2.2 Kegunaan
Mesin Bubut
2.3 Pengertian
Las Listrik
2.4 Macam-Macam
Teknik Dasar
Mengelas Listrik
Mengelas Listrik
BAB III. Deskripsi Lokasi Prakerin
3.1 Sejarah Singkat Bengkel Prakerin
3.2 Visi dan Misi
3.3 Struktur Organisasi
3.4 Fasilitas dan Kegiatan
BAB IV. PROSES PEMBUATAN PLENDES PADA AS KIPAS KAPAL
4.1 Peralatan Yang Dibutuhkan
4.2 Langkah Pengerjaan Plendes
4.3 Fungsi Plendes
4.4 Kendala
Melakukan Pembuatan. Plendes
4.5 Pemecahan Masalah
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran
LAMPIRAN
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang Praktek Kerja Industri
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Salah satu usaha dalam melaksanakan pendidikan adalah adanya
sekolah, dan dalam hal ini adalah SMK.
Sekolah Menengah Kejuruan adalah sebuah Lembaga Pendidikan Menengah
Atas, yang memiliki kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan yang mengarah kepada
keterampilan dan penguasaan ilmu pengetahuan di bidang kejuruan yang bertujuan
agar siswa dapat memiliki keterampilan dan keahlian untuk memasuki dunia usaha
industri atau dunia kerja.
Maka dari itu, setiap Sekolah Menengah Kejuruan dianjurkan untuk
melakukan Prektek Kerja Industri ( PRAKERIN ) untuk memperkenalkan siswa pada dunia kerja yang
nyata, juga untuk mempersiapkan siswa agar dapat bersaing di dunia
industri. Karena prakerin merupakan salah satu bentuk emplementasi secara sistematis dan sinkron antara
program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh
melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat
keahlian tertentu.
Karena merupakan kenyataan bahwa pendidikan di sekolah menengah kejuruan
belum sepenuhnya menyiapkan tenaga trampil yang siap bekerja secara mahir dan
professional, mungkin dengan adanya praktik ini siswa siswi lebih trampil dan berpengalaman dalam
bekerja.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagai mana melakukan
pengelasan yang baik ?
b. Bagaimana cara perawatan mesin bubut ?
c. Apa manfaat praktek
kerja industri bagi siswa SMK ?
1.3 Tujuan Praktik Kerja Industri
Seperti yang telah
dijelaskan dalam pemaparan latar belakang diatas, yaitu program prakerin yang
dilaksanakan di SMK diharapkan mampu menjadikan siswa-siswa SMk menjadi lulusan
yang terampil dan siap kerja.
Tujuan sekolah mengadakan Program Prakerin
antara lain:
- Memperkenalkan siswa
pada dunia kerja yang sesungguhnya.
- Sekolah dapat melatih
siswa untuk bekerja.
- Siswa mendapatkan
pelajaran dan pengalaman yang tidak didapatkannya di sekolah.
- Melatih siswa agar
memiliki mental dan kesiapan dalam bekerja setelah lulus dari SMK.
- Sekolah dapat melatih
keterampilan siswa menjadi lebih baik dalam bekerja.
- Sekolah dapat
mengetahui kemampuan (keterampilan) siswa dalam bekerja.
Tujuan
diadakannya prakerin untuk siswa :
- Siswa dapat
mengetahui secara langsung dunia kerja.
- Siswa dapat
mengetahui dunia kerja.
- Siswa dapat menambah
pengetahuan saat ditempat prakerin.
- Siswa mendapat
pengalaman dalam bekerja.
- Memperoleh pendidikan
untuk menjadi tenaga kerja memiliki keahlian professional.
- Siswa dapat mengasah
keterampilan dalam bekerja.
- Siswa dapat
mengetahui bagaimana cara bekerja yang baik dan benar sesuai dengan
pendidikan yang didapat didunia kerja maupun sekolah.
- Mendapat banyak
pengetahuan dan pengalaman di dunia industri yang tidak didapatkan di
sekolah.
- Siswa dapat menjalin
interaksi dengan masyarakat (bersosialisasi)
- Memberikan gambaran
bagi penulis mengenai bagaimana cara bekerja yang baik dan benar, sesuai
dengan pendidikan yang didapat di dunia pendidikan.
1.4 Manfaat Praktik Kerja Industri
Adanya manfaat praktek
kerja industri antara lain:
1. Manfaat Bagi Siswa
Manfaat Praktik Kerja Industri bagi siswa yakni terbentuknya kemitraan selama
mengikuti program Praktek Kerja Industri itu sendiri, sehingga menjadi modal
peluang dimasa depan sebagai persiapan membangun karier dibidangnya.Selain itu
juga sebagai media penyalur ide, aspirasi, dan menunjukan prestasi pada
perusahaan tempat melaksanakan Praktek Kerja Industri.Manfaat yang bisa didapat
juga sebagai pengenalan, pemahaman, berbagai aspek suatu perusahaan, seperti:
standar kerja, budaya perusahaan, dan hal positif lainnya yang bermanfaat.
2. Manfaat Bagi Perusahaan
Manfaat
Praktek Kerja Industri bagi perusahaan adalah terbentuknya jaringan antara para
siswa, sekolah, dan perusahaan untuk maju dan saling sinergis dengan tujuan
institusi masing-masing. Serta sebagai media pertukaran informasi dibidang teknologi dan aplikasi keilmuan antara
perusahaan sebagai pengguna teknologi dengan sekolah sebagai pengembang studi
ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Manfaat Bagi Sekolah
Manfaat
Praktek Kerja Industri bagi sekolah adalah sebagai perwujudan program
keterkaitan dan kesepadanan antara sekolah dengan pihak industri. Juga sebagai
umpan balik penyempurnaan program Praktek Kerja Industri, sistem pembelajaran,
menyelaraskan kesepadanan dengan kebutuhan pemakai / pengguna lulusan dengan sistem
pembelajaran di Praktek Kerja Industri. Manfaat lainnya yakni sebagai bahan referensi
bagi pihak sekolah untuk menelaah efektivitas program pembelajaran yang
dijalankan kepada siswa.
1.5 Waktu
dan Tempat
Waktu :
Ø 4 Mei –
22 Agustus 2015
Tempat :
Ø Bengkel
Maju Jaya Juwana
Jl. Hang Tuah - Juwana
BAB II Landasan Teori
2.1
Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut
adalah salah satu jenis mesin perkakas yang digunakan untuk proses pemotongan
benda kerja yang dilakukan dengan membuat sayatan pada benda kerja dimana pahat
digerakkan secara translasi dan sejajar dengan sumbu dari benda kerja yang
berputar.
Mesin bubut
merupakan mesin perkakas yang memiliki populasi terbesar di dunia ini
dibandingkan mesin perkakas lain seperti mesin freis, drill, sekrap dan mesin
perkakas lainnya
Prinsip Kerja Mesin
Bubut
Prinsip kerja
mesin bubut ialah menghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk
tertentu dimana benda kerja diputar dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan
dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi
sejajar dengan sumbu putar benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut
gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak makan (feeding).
2.2 Kegunaan
Mesin Bubut
-
Menghasilkan benda-benda putar
-
Membuat ulir
-
Pengelasan di mesin bubut
-
Pengeboran
-
Meratakan benda dan permukaannya
-
Membubut tirus
-
Meyayat sebuh benda hingga menjadi bentuk
yang diinginkan
-
Dan lain-lain
2.3 Pengertian Las Listrik
Las busur listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis.
Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut.
Las busur listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis.
Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut.
2.4
Macam-Macam Teknik Dasar Mengelas Listrik
v
Penebalan permukaan
v
Sambungan sudut (T) tiga jalur posisi di
bawah tangan (1F)
v
Sambungan sudut (T) tiga jalur posisi
mendatar (2F)
v
Sambungan (T) dua jalur posisi tegak (3F)
v
Sambungan tumpul v posisi di bawah tangan
(1G)
v
Sambungan tumpul kampuh v dilas satu sisi
posisi horizontal (2G)
BAB III
Deskripsi Lokasi Prakerin
3.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Sejarah
singkat Bengkel Maju Jaya
Awal mula terbentuknya sebuah
Bengkel Maju Jaya di prakarsai atau di buat oleh orang cina dengan membeli
beberapa mesin bubut dan mempekerjakan beberapa karyawan di bidang perkapalan,
suatu ketika perusahaan Maju Jaya mengalami kebangkrutan lalu bengkel itu
hampir bangkrut hingga pemilik perusahaan menjual perusahaannya, Lalu salah
satu karyawannya atau yang biasa di panggil Pak Kunawi melihat peluang, dan
pada akhirnya Pak Kunawi membeli perusahaan itu lalu merintis usaha dari nol
hingga sukses sampai sekarang.
Profil
Singkat Perusahaan
ü Nama
perusahaan : Bengkel
Maju Jaya
ü Pimpinan
perusahaan : Kunawi
ü Alamat
Perusahaan : JL.Hang Tuah,
Bajo Mulyo (Juwana)
ü Jumlah
karyawan : 11
ü Jenis
barang yang diproduksi : Besi
(kanal,plat,as dan pipa) dan
monel(as,pipa,plat).
ü Informasi
kerja :
ü Jam kerja :
ü Hari
senin s/d sabtu : Pukul
08.00 – 16.00Wib
ü Hari
minggu : Libur
3.2 Visi Dan Misi
Visi
Menjadi bengkel las dan bubut yang selalu terdepan dalam pelayanan,
kualitas, dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang mendambakan
kepuasan dalam segala servis pengelasan.
Misi
1. Memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan
kepada pelanggan yang membutuhkan servis.
2. Melayani pesanan pelanggan dengan kualitas terjamin,tepat waktu, dan teruji
dengan teknologi tinggi.
3. Memberikan perawatan dan pengecekan secara
berkala kepada barang yang telah di servis atau di ciptakan.
4. Cepat dan tanggap dengan permintaan panggilan
(on the call
3.3
Struktur Organisasi
3.4
Fasilitas dan kegiatan
Fasilitas
di Bengkel Maju Jaya
- Menyediakan
alat keselamatan kerja bagi karyawan
- Memberikan
masker pada setiap karyawan
- Menyediakan
tempat sholat di bengkel
- Memberikan
makanan siang bagi para karyawan
- Menyediakan
obat p3k bagi karyawan yang terluka
Sarana Pemesinan
Sarana pemesinan yang dimiliki Bengkel Maju Jaya antara lain :
Ø Mesin
Bubut : 8 buah
Ø Mesin
Frais : 1 buah
Ø Mesin
Skrap ` :
2 buah
Ø Mesin Bor : 4 buah
Ø Mesin
Gerinda Tangan : 3 buah
Ø Mesin
Gerinda Potong : 2 buah
Ø Mesin
Gerinda Pengasah : 1 buah
Ø Mesin
Graji Potong Listrik : 2 buah
Ø Mesin
Hidrolis : 1 buah
Ø Las
Potong (blender) : 5 buah
Ø Las
Listrik : 7
buah
Kegiatan
yang dilakukan di Bengkel Maju Jaya
Bengkel Maju Jaya
merupakan bengkel yang berderak di bidang produksi dan jasa dimana hasil
pengerjaannya membuat barang sendiri dan sesuai dengan keinginan konsumen.
Bengkel ini melakukan produksinya dibidang perkapalan,dimana barang-barang yang
dihasilkan digunakan untuk keperluan perkapalan, misalnya pembuatan kenalpot kapal, tempat dudukan
mesin, as kemudi, as kipas kapal, jangkar, plendes, poli-poli, manipol dan
sebagainya. Bengkel ini menyediakan jasa dalam pengelasan di kapal dan jasa
permak kipas kapal yang rusak. Berikut ini adalah aktifitas Bengkel Maju Jaya :
MESIN BUBUT
Mesin
bubut di Bengkel Maju Jaya biasanya digunakan untuk membubut besi,
Membubut
as kipas kapal, menyenter as kipas kapal, membuat ulir, membubut plendes,
membubut kipas kapal, melebarkan lingkaran atau diameter dalam, membubut
dewi-dewi, membubut mesin garden dan sebagainya.
MESIN
FRAIS
Mesin frais di Bengkel Maju Jaya
biasanya digunakan untuk membuat spin, membuat lubang spin pada kipas, membuat
mur pada as kipas kapal dan, lain- lain.
MESIN BOR
Bor di Bengkel Maju Jaya biasanya
digunakan untuk membuat lubang pada benda dengan diameter tertentu sesuai yang
diinginkan.
LAS
LISTRIK
Las listrik di Bengkel Maju Jaya digunakan
untuk mengelas manipol, mengelas knalpot kapal, mengelas jangkar, mengelas
bagian mesin disel dan, lain sebagainya.
LAS POTONG BLENDER
Las potong
blender di Bengkel Maju Jaya biasanya digunakan untuk memblender atau memotong
pipa, as, plat dan, bahan yang terbuat dari besi dan lain sebagainya, Yang akan
digunakan untuk membuat benda kerja.
GERENDA TANGAN
Gerenda tangan di Bengkel Maju Jaya
digunakan untuk menggerinda besi plat, mengasah pahat bubut,mengasah pisau bor,
mengasah pisau frais, menggerinda bagian besi/plat yang masih kasar atau tajam.
GERENDA POTONG
Gerinda potong di Bengkel Maju Jaya biasanya
digunakan untuk memotong pipa, plat, as
dan lain sebagainya.
MESIN
GRAJI POTONG LISTRIK
Mesin graji listrik di Bengkel Maju Jaya digunakan untuk
memotong besi atau monel dengan diameter sedang hingga besar secara lebih
cepat.
MESIN
HIDROLIS
Mesin hidrolis di
Bengkel Maju Jaya biasanya digunakan untuk membuat lengkungan plat, pipa,
kipas, menyenter kipas dan lain sebagainya.
JASA
PERMAK KIPAS KAPAL
Bengkel
Maju Jaya juga menerima jasa pengelasan atau permak kipas kapal, Dimana
pengerjaannya menggunakan las blender
kemudian dilas (tambal) menggunakan kuningan hingga menjadi bentuk yang
diinginkan,lalu setelah selesai di las blender lalu tahap akhir finishing dan melakukan penyenteran pada tiap
daun kipas.
JASA PENGELASAN DI KAPAL
Bengkel
Maju Jaya juga menerima jasa pengelasan di kapal. Biasanya kegiatan yang di
lakukan mengelas stut, knalpot, karang balak, golak dan, lain sebagainya.
BAB IV. PROSES PEMBUATAN PLENDES PADA AS
KIPAS KAPAL
4.1 Peralatan Dan Bahan Yang Dibutuhkan
ü
Mesin bubut
ü
Mesin skrap
ü
Mesin bor
ü
Las tembak (blender)
ü
Las listrik
ü
Jangka
ü
Sketmat
ü
Bor ᴓ1
inc
ü
Plat besi dengan ketebelan 35mm dan ᴓ31cm
ü
As ᴓ16cm dengan panjang 26cm
4.2 Langkah Pengerjaan Plendes
1.
Pertama
potonglah bahan pertama dengan diameter luar 31cm dan diameter dalam
15cm dengan ketebalan 35mm menggunakan las blender .
2.
Lalu
potong bahan kedua menggunakan las blender dengan ᴓ16cm dan panjang 26 cm.
3.
Lalu bahan yang pertama di bubut hingga
diameter luar 30cm dan diameter dalam15 cm dengan ketebelan 30mm .
4.
Setelah itu bahan yang kedua dibubut dengan
diameter luarnya 15cm dan panjang 25cm, setelah itu bor dimesin bubut dengan
bor 1inc , selanjutnjutnya perbesar lubang bor dengan pahat dalam menjadi
diameter 10cm.
5.
Selanjutnya bahan yang pertama dibubut gores
untuk menentukan letak/titik lubang bor dengan ukuran 30,5mm dari diameter
luarnya.
6.
Setelah itu bahan yang pertama di bagi menjadi
8 titik/bagian dari goresan pahat tadi , Dengan menggunakan jangka untuk menentukan titik tengahnya untuk dibor.
7.
Selanjutnya titik pembagian benda yang
pertama dititik dengan menggunakan
penitik sehingga lebih mudah untuk mengebornya.
8.
Lalu bor benda yang pertama dengan bor ᴓ1inc
pada titik yang telah ditandai penitik tadi.
9.
Lalu setelah dibor bahan pertama dan bahan kedua disatukan menjadi satu menggunakan las listrik.
10. Setelah
itu las bertingkat pada sekat bagian atas dan las biasa pada sekat yang bawah
hingga seluruh sekat tertutupi dan hasil baik.
11. Lalu
bubut las lasan bertingkat menjadi
tirus dan pingul bagian-bagian yang
masih kasar pada ujung benda. 

12. Selanjutnya
skrap plendes itu dengan kedalaman 1cm
dengan lebar 2,5cm dari ujung satu keujung yang lain, hal ini berfungsi sebagai
tempat spin / penguncian.
13. setelah selesai semua cek kembali ukuran dan
kualitas benda.
14. Dan jadilah plendes yang kita inginkan.
4.3 Fungsi Plendes
Fungsi
plendes adalah sebagai penghubung antara as kipas dan gerbox, Agar kipas dapat
berputar sesuai dengan perseneleng dan kecepatan yang diinginkan, gerbox nama
lain gerbox adalah perseneleng, gerbox ini digunakan untuk menentukan
kecepatan, laju kapal yang diinginkan
4.4 Kendala Melakukan pembuatan Plendes
Ø Saat
menyekrap plendes
Ø Saat
pengelasan bertingkat
4.5 pemecahan masalah
1. Saat menyekrap haruslah sabar dan teliti
karena plendes yang diskrap sangatlah keras dan butuh kesabaran untuk menyekrapnya, selain itu membuat plendes
haruslah teliti jangan sampai tidak sesuai ukuran karena semua itu mempengaruhi
kualitas barang
2. ketika kita mengelas
beertingkat haruslah sabar, hati-hati, dan tenang. Karena pengelasan bertingkat
haruslah baik jangan sampai pengelasan kita keropos / berlubang karena
mempengarui kualitas barang
Cara mengelas plendes yang
baik adalah dengan mengelas perlahan lahan
hingga 1 putaran penuh lalu
lanjutkan mengelas lagi dengan menambahi las lasan yang sebelumnya pada bagian
atasnya hingga menumpuk las sampai tinggi sesuai tinggi dan lebar yang
diinginkan, dengan penuh hati hati dan kesabaran agar las lasan yang dihasilkan
dapat maksimal.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Setelah
praktik kerja industri dilaksanakan, Penulis dapat menarik beberapa kesimpulan
diantaranya :
v
Kegiatan prakerin sangatlah berguna untuk
menambah wawasan dan pengalaman dalam melakukan interaksi di lingkungan kerja
yang sesungguhnya.
v
Dengan prakerin dapat melatih siswa
bekerjasama menetapkan langkah-langkah dalam suatu pekerjaan.
v
Berinteraksi atau menggeluti dunia usaha
bukanlah hal yang mudah, Ada banyak hal yang harus dilakukan agar orang yang
melakukan hubungan kerja dengan kita dapat terkesima akan apa yang kita lakukan
/kerjakan.
v
Pembelajaran dunia kerjaa melalui prakerin
adalah suatu strategi yang member peluang kepada siswa untuk mengalami proses
belajar melalui bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya sehingga
tidak terkejut dengan dunia kerja yang sesungguhnya dan diharapkan benar-benar
mampu terjun ke dunia kerja.
5.2 Saran
Berikut saran yang bisa penulis berikan setelah melaksanakan prakerin
1. Saran
untuk sekolah :
-
Menambah dan mengefektifkan proses praktek
produktif.
-
Perbanyak pemantauan kepada siswa agar dapat
mengetahui sejauh mana perkembangan siswa di industry.
-
Meningkatkan sosialisasi ke dunia industri
untuk lebih mengetahui perkembangan teknologi dari masa ke masa
-
Menambah waktu pelaksanaan prakerin sehingga
lebih bermanfaat
-
Melakukan survey terlebih dahulu ke industry
yang disarankan, sehingga tidak terjadi salah informasi yang di terima oleh
siswanya ketika mencari industry untuk melakukan prakerin
2. Saran
untuk industry
-
Meningkatkan alat keselamatan kerja yang
terdapat di bengkel
-
Meningkatkan kualitas kerja
-
Menambah alat-alat keselamatan kerja
-
Lebih mengamati/meninjau siswa yang prakerin
-
Mengefektifkan penggunaan seluruh mesin
produksi
-
Membuat aturan kerja yang jelas yang harus
dipatuhi oleh seluruh karyawan dan direksi sehingga proses produksi berjalan
dengan lancer
-
Membuat aturan kerja tentang kedisiplinan
agar karyawan selalu disiplin ,tepat waktu dan memberikan sanksi bagi yang
melanggarnya
5.3 Kritik
1. Saya mohon dengan hormat agar pembimbing lebih
dekat dengan siswa agar lebih terarah dalam melaksanakan “PRAKERIN”
2. Pembimbing harus sering
melihat dan mengawasi bagaimana perkembangan siswa didiknya dalam melaksanakan
PRAKERIN.
DAFTAR PUSTAKA
-
Buku
pedoman prakerin
LAMPIRAN
nb : maaf ya kalaau belum tersedia gambarnya :)

Comments
Post a Comment